SUTAMI – PT Kereta Api Indonesia memperkuat layanan transportasi publik melalui pengembangan elektrifikasi jalur di kawasan urban dan wilayah penyangga.
Dengan tren yang terus meningkat, pengembangan layanan diarahkan untuk menjangkau lebih banyak kawasan.
Lintas Rangkasbitung berpotensi diperluas hingga Merak, lintas Bogor hingga Sukabumi, dan lintas Cikarang ke arah Cikampek.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menyampaikan, pengembangan ini dilanjutkan secara bertahap agar layanan bisa terus mengikuti kebutuhan masyarakat.
Harapannya, perjalanan menjadi lebih mudah dijangkau, semakin nyaman, dan turut mendukung aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.
Di lintas Rangkasbitung, Pada 2022 tercatat 43.317.716 pengguna, lalu meningkat menjadi 77.552.716 pengguna pada 2025. Tren ini berlanjut pada 2026, di mana pada Januari–Maret saja sudah mencapai 20.197.205 pengguna.
Pertumbuhan juga terlihat pada layanan KA lokal Rangkasbitung–Merak. Jumlah pengguna meningkat dari 3.617.478 pada 2023, menjadi 4.463.498 pada 2025, dan pada Januari–Maret 2026 telah mencapai 1.134.514 pengguna.
Di lintas Bogor, volume pergerakan berada dalam skala yang jauh lebih besar. Jumlah pengguna KRL tercatat 102.054.022 pada 2022, meningkat menjadi 133.040.885 pada 2023, kemudian 145.920.264 pada 2024, dan mencapai 155.009.997 pada 2025. Memasuki 2026, pada triwulan I sudah tercatat 38.203.481 pengguna, menunjukkan tren yang masih terus meningkat.
Pertumbuhan ini juga berlanjut hingga lintas Bogor–Sukabumi melalui layanan KA Pangrango. Jumlah pengguna meningkat dari 786.001 pada 2023, menjadi 874.789 pada 2024, lalu 1.109.398 pada 2025, dan pada Januari–Maret 2026 telah mencapai 281.659 pengguna.
Sementara itu, lintas Cikarang juga menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Jumlah pengguna meningkat dari 55.660.235 pada 2022, menjadi 71.636.443 pada 2023, kemudian 84.426.385 pada 2024, dan mencapai 85.936.774 pada 2025.
Pada Januari–Maret 2026, jumlahnya telah mencapai 21.717.664 pengguna. Lintas ini juga didukung oleh layanan KA lokal seperti Jatiluhur dan Walahar yang melayani mobilitas kawasan industri hingga Purwakarta.
