Kemewahan Stasiun Masa Lalu di Tanjung Priok

Kabar insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur datang di saat Redaksi tengah menyiapkan artikel rubrik Ruang edisi 007 ini tentang sejarah Stasiun Kereta Api Tanjung Priok. Duka mendalam serta teriring doa untuk korban dan keluarga yang ditinggalkan. 

Masa lalu di Stasiun KA Tanjung Priok

Perjalanan kami mulai dari Stasiun Duren Kalibata, stasiun terdekat dari kantor redaksi sutami.id. Beruntung, KRL yang tiba menuju Jakarta Kota adalah seri teranyar generasi keluaran 2025. Modern, bersih dan sejuk dari pendingin ini barangkali akan sedikit mengurangi penat kaum pekerja dalam berdesakan di jam berangkat/pulang kantor.

Tiba di stasiun Jakarta Kota, yang juga sebagai stasiun pemula perkeretaapian di Batavia Centrum. KRL menuju Tanjung Priok sudah menunggu. Meski jarak pendek, jalur ini cukup aktif jadi waktu pemberangkatan pun tak lama.

Rute pengumpan, melintasi hanya empat stasiun; Jakarta Kota – Kampung Bandan – Ancol – Tanjung Priok. Kesemuanya adalah lintasan pesisir utara kota Jakarta. Daratan yang pada awalnya adalah daerah rawa dan hutan. Pun titik berdirinya Stasiun Tanjung Priok.

Pemerintahan Hindia Belanda terus berkembang, lalu lintas perdagangan jalur laut mengalami peningkatan. Pelabuhan Tanjung Priok yang lebih awal dikembangkan sebagai pelabuhan baru. Untuk menunjang kegiatan pelabuhan Tanjung Priok, di jalur darat, dimulai pembangunan Stasiun Tanjung Priok di tahun 1877 – 1885 (generasi pertama).

*** Baca di Emagz sutami 007 bagaimana gambaran konstruksi Stasiun Tanjung Priok ini