SUTAMI – Hingga Mei 2026, progres pekerjaan WIKA pada proyek Tol Semarang–Demak Seksi 1B telah mencapai 83,39%.
Capaian ini mencakup sejumlah pekerjaan utama, antara lain pembangunan mainroad, ramp on, ramp off, elevated bridge, combi wall, serta timbunan pasir di atas matras bambu.
Dalam pelaksanaannya, WIKA menerapkan sejumlah metode konstruksi khusus mengingat proyek berada di kawasan pesisir dengan karakteristik tanah lunak yang memiliki tantangan teknis cukup tinggi.
Salah satu elemen penting dalam proyek ini adalah penggunaan combi wall sebagai bagian dari struktur tanggul laut sekaligus penahan timbunan jalan tol.
Struktur combi wall tersebut dirancang untuk menahan tekanan kombinasi tanah dan air laut, termasuk tekanan hidrostatik serta potensi penurunan tanah.
Dengan demikian, struktur ini berperan penting dalam menjaga stabilitas konstruksi jangka panjang di wilayah pesisir yang rawan terhadap banjir rob.
Selain itu, proyek ini juga menggunakan metode timbunan pasir di atas matras bambu sebagai solusi perkuatan tanah dasar.
Metode tersebut berfungsi untuk membantu distribusi beban timbunan agar lebih merata, meningkatkan stabilitas awal konstruksi, serta mengurangi risiko penurunan diferensial pada tanah lunak.
