SUTAMI – Penyesuaian rencana pembangunan fasilitas di Indonesia Paralympic Training Center (IPTC) Karanganyar, Jawa Tengah. Rencana awal untuk membangun asrama baru resmi ditunda, dan anggaran akan dialihkan untuk pembangunan Gedung Edukasi serta Gelanggang Olahraga (GOR) tahap kedua.
Selain Gedung Edukasi berkapasitas sekitar 400 orang, Kementerian PU juga menargetkan sejumlah infrastruktur krusial lainnya yang akan langsung dieksekusi pada tahun ini.
Beberapa fasilitas utama yang masuk dalam daftar prioritas prioritas, antara lain training center tahap Kedua. Training Center baru ini akan dikhususkan untuk cabang olahraga beregu, seperti sepak takraw dan futsal.
Kebutuhan lain yang mendesak adalah skybridge yang akan dibangun untuk menghubungkan antar-gedung. Sehingga, memudahkan mobilitas atlet dan staf di dalam kawasan pelatnas.
Pembangunan fasilitas-fasilitas tersebut dapat dimulai pada tahun ini. Pihaknya tidak perlu melakukan tender ulang, melainkan melakukan perpanjangan kontrak (adendum) dengan pelaksana proyek sebelumnya.
IPTC dibangun dengan anggaran sebesar Rp421,9 miliar di atas lahan lebih dari 80 ribu m2 dengan total luas bangunan 34.346 m2, fasilitas ini terdiri dari gedung Gor 1 seluas 17.482 m2 dan gedung asrama seluas 16.864 m2.
Gedung asrama terdiri 2 tower rumah susun setinggi 4 lantai dengan kapasitas 188 kamar yang dapat menampung 392 atlet.
