SUTAMI – Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung menyelenggarakan The 5th International Conference on Sustainable Infrastructure and Built Environment (SIBE 2025). Dengan tema “Strengthening Security through Sustainable Infrastructure and Environmental Resilience”
Ajang ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, pemerintah, dan pelaku industri dari dalam maupun luar negeri untuk bertukar gagasan, riset, serta solusi terkait pembangunan infrastruktur berkelanjutan di bidang teknik sipil, lingkungan, dan kelautan.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo dalam sambutannya menyampaikan bahwa infrastruktur adalah bentuk pertahanan sipil yang tidak kalah penting dari kekuatan militer. Infrastruktur menghubungkan antar wilayah, dan menjaga kesatuan masyarakat.
Lebih dari sekadar efisiensi, infrastruktur merupakan perlindungan itu sendiri dan bukti nyata bahwa negara hadir untuk melindungi rakyatnya.
Ketua SIBE 2025, Indratmo, menjelaskan bahwa ITB terus berkontribusi dalam pengembangan eco-infrastructure yang menekankan efisiensi sumber daya dan pelestarian lingkungan.
“Keberlanjutan mencakup pengelolaan sumber daya air, konservasi di wilayah hulu, penerapan green building, serta pemanfaatan material ramah lingkungan berbasis potensi lokal,” ujarnya.
Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara menegaskan, ITB berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi nyata melalui riset dan inovasi, mulai dari pengembangan building code nasional, peta gempa, hingga teknologi pengendalian pencemaran lingkungan.
Melalui SIBE 2025, ITB menegaskan kesiapan untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah, industri, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di Indonesia.
