Kini, manfaat Bendungan Pidekso bagi para petani di Kabupaten Wonogiri menjadi akan kian optimal dengan dibangunnya jaringan irigasi teknis Daerah Irigasi (D.I) Pidekso. Sebanyak dua belas desa di dua kecamatan Kabupaten Wonogiri akan mendapatkan aliran air irigasi. Mengubah sawah tadah hujan para petani menjadi lahan produktif, tak lagi bergantung sepenuhnya pada hujan dan pompa dari air sungai.
Bendungan Pidekso yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Wonogiri tepatnya di Desa Pidekso merupakan salah satu kegiatan prioritas pemerintah (PSN). Pembangunan Bendungan Pidekso dalam rangka pengembangan infrastruktur penyediaan air irigasi 1500 Ha untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan penyediaan air baku 300 liter per detik di Wilayah Kabupaten Wonogiri.
Pemenuhan kebutuhan air tersebut dapat dipenuhi dari tampungan Bendungan Pidekso sebesar 25 juta m3 yang berada di area genangan seluas 232 Ha. Selain itu, bendungan inijuga sebagai pengendali banjir dan lahan konservasi sekaligus pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Guna mengoptimalkan fungsi waduk dalam memberikan manfaat mengairi sawah-sawah petani di Giriwoyo dan sekitarnya, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo membangun jaringan irigasi teknis D.I Pidekso.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Gatut Bayuadji, S.Si., M.T., menjelaskan, Pembangunan Jaringan Irigasi ini difokuskan pada pembangunan jaringan irigasi Saluran Primer dan Sal Sekunder serta Rehabilitasi jaringan irigasi D.I eksisting yang tersuplesi atau mendapatkan manfaat air dari Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri.
KaBalai Gatut menambahkan, pembangunan Jaringan Irigasi D.I Pidekso di Kabupaten Wonogiri dalam rangka mewujudkan visi presiden dan wakil presiden republik Indonesia yaitu “Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.”
Bentangan pembanguan Jaringan Irigasi D.I Pidekso berada di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Dengan terbangunnya Jaringan Irigasi ini diproyeksikan mampu menaikkan intensitas tanam dari 133% – 2000 Ha menjadi 275 % – 4105 Ha. Manfaat lainnya, juga sebagai pengendalian banjir, konservasi dan pariwisata. “Semua itu dalam rangka pengelolaan Sumber Daya Air yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar KaBalai Gatut.
Terlaksananya konstruksi Jaringan Irigasi D.I Pidekso ini patut disyukuri bersama, mengingat project ini sudah dimulai cukup lama dari pelaksanaan Feasibility Study, Desain Perencanaan, Pembebasan Lahan dan Pembangunan Fisiknya.
Bendungan Pidekso sendiri dimulai sejak tahun 1980 dan telah dilakukan Detail Engineering Design (DED) pada tahun 2011 serta studi AMDAL/LARAP tahun 2012, tender dilakukan pada tahun 2014. Pelaksanaan pekerjaan konstruksi fisik dimulai pada tahun 2015 hingga tahun 2021.
Untuk itu, KaBalai Gatut mengajak masyarakat Wonogiri, khususnya yang berada di manfaat langsung dari pembangunan ini ikut berperan dalam menjaga dan merawat bangunan ini.
Selain pembangunan Jaringan Irigasi Pidekso, lanjut KaBalai Gatut, saat ini kami melaksanakan pembangunan/Rehabilitasi jaringan irigasi Kewenangan Daerah di wilayah Jawa Tengah sesuai dengan Intruksi Presiden no 2 tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, Serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan.
Tahun 2026 ini saja BBWS Bengawan Solo di Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJPA) melaksanakan pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi di sejumlah daerah irigasi, di antaranya; D.I Jejeruk di Kabupaten Magetan, D.I Pondok di Kabupaten Ngawi, dan D.I Pacal di Kabupaten Bojonegoro. Juga Revitalisasi Embung Dangkak di Kabupaten Ponorogo.
Untuk bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air lebih banyak lagi, di antaranya; Pembangunan Bendungan Karangnongko di Kabupaten Bojonegoro, Pembangunan Struktur Bawah pada Overflow Dike Bendungan Wonogiri di Kabupaten Wonogiri, dan Pengendalian Banjir Sungai Grindulu dan Anak-anak Sungainya di Kabupaten Pacitan.
Juga Penanganan Banjir Kali Jeroan di Kabupaten Madiun, Pembangunan Jabung Ring Dyke (Lanjutan), Penanganan Banjir Sungai Bengawan Solo Hilir dan Anak Sungainya di Kabupaten Bojonegoro, Pengendalian Banjir Kali Lamong, dan Pengendalian Banjir Kota Surakarta. Tentunya semua program dan kegiatan ini dilaksanakan dalam mendukung kebijakan pemerintah dan memberi manfaat bagi masyarakat.
*** Baca di Emagz sutami 005 bagaimana teknis Pelaksanaan Konstruksi yang dilakukan PT. Basuki Rahmanta Putra dalam pembangunan Jaringan Irigasi D.I Pidekso Wonogiri Tahap I ini.

