Pasokan Gudang Modern di Jakarta Raya Capai 3 Juta M2 per Q1 2026

SUTAMI – Koridor Timur masih mendominasi pasar logistik Greater Jakarta dengan kontribusi sekitar 72,8% dari total pasokan gudang modern.

Keunggulan infrastruktur, kedekatan dengan kawasan industri, serta akses langsung ke Pelabuhan Tanjung Priok menjadikan koridor ini sebagai pusat utama aktivitas logistik dan pengembangan gudang.

Total pasokan kumulatif gudang modern di Jakarta Raya mencapai sekitar 3 juta meter persegi per Q1 2026.

Pengembang masih berhati-hati dan selektif, pertumbuhan pasokan ke depan diperkirakan melambat dengan tambahan rata-rata sekitar 186.000 meter persegi per tahun selama periode 2026–2029.

Hal ini disampaikan dalam Colliers Quarterly Property Market Report Q1 2026, Jakarta Warehouse and Logistics sector.

Selain didorong oleh penyedia logistik pihak ketiga (3PL) dan pelaku e-commerce, permintaan gudang kini semakin berasal dari sektor FMCG, elektronik, farmasi, serta industri baru seperti kendaraan listrik dan energi terbarukan.

Diversifikasi ini mencerminkan perubahan struktural dalam pola konsumsi dan strategi rantai pasok nasional.

Sebagai negara dengan nilai transaksi e-commerce terbesar di antara negara “tiger cub” Asia Tenggara, Indonesia terus mendorong kebutuhan akan fasilitas logistik, khususnya pusat distribusi, fulfillment center, dan fasilitas last-mile di sekitar kawasan konsumsi utama