SUTAMI –Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan tanggap darurat pascabanjir bandang Sungai Batang Baliang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Penanganan dilakukan dari hulu hingga hilir sungai, dengan fokus pada pembukaan alur, pembersihan material debris, pengendalian genangan, serta perkuatan tebing di lokasi yang berisiko terhadap fasilitas publik dan permukiman masyarakat.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang Kementerian PU Reski Wahyudi menjelaskan, Pada Segmen 1 di bagian hulu, tepatnya di kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok, pekerjaan difokuskan pada pembukaan alur sungai sepanjang 450 meter dan perkuatan tebing menggunakan boulder atau batu gajah sepanjang 480 meter.
Pekerjaan di segmen ini diarahkan untuk membuka kembali kapasitas alur sungai sekaligus mengurangi potensi limpasan yang dapat mengancam kawasan perkantoran dan fasilitas publik di sekitarnya.
Selanjutnya, pada Segmen 2 di bagian tengah sungai, pekerjaan difokuskan pada kawasan lingkungan perumahan dan Perumnas Griya Arosuka.
Pekerjaan meliputi pembukaan alur sungai sepanjang 1.450 meter serta perkuatan tebing menggunakan boulder dan bronjong batu secara setempat sepanjang 2.900 meter.
Pada Segmen 3 di bagian hilir, tepatnya di sekitar Box Culvert Jalan Lingkar Pintu Angin, pekerjaan difokuskan pada pengeringan dan pembersihan material debris yang menyumbat aliran serta pembukaan alur sungai.
