SUTAMI – Untuk memastikan kebutuhan air irigasi tetap terpenuhi, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pengembangan sumur dalam yang berpotensi menjadi sumber cadangan air tawar bagi jaringan irigasi di Kawasan Sentra Produksi Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Berdasarkan hasil survei geolistrik, terdapat 7 titik yang memiliki potensi air tanah untuk dikembangkan menjadi sumur dalam.
Masing-masing titik diperkirakan memiliki debit air sekitar 1–2 liter per detik. Potensi tersebut menjadi dasar untuk memperkuat ketersediaan air, terutama dalam mendukung kegiatan pertanian yang tengah dikembangkan secara bertahap di Wanam.
Berdasarkan survei awal, potensi akuifer di lokasi tersebut dinilai cukup baik, dengan kedalaman sekitar 60–70 meter.
Selain pengembangan sumur bor, juga terus dibangun jaringan saluran. Dari target pembangunan jaringan sepanjang 180 kilometer, hingga 1 Oktober 2026 telah terealisasi sepanjang 133 kilometer.
Pekerjaan tersebut mencakup jaringan irigasi rawa serta saluran pengendalian banjir yang berperan penting dalam menjaga tata air kawasan.
