SUTAMI – Proyek hilirisasi menjadi penyumbang utama investasi nasional, sekitar US$26 miliar dan proyeksi penciptaan 600.000 lapangan kerja.
Sepanjang 2025, sektor hilirisasi menyumbang 30,2% dari total realisasi investasi atau Rp554,1 triliun, meningkat 43,3% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Program hilirisasi tidak hanya mencakup mineral, tetapi juga diperluas ke sektor perkebunan, kehutanan, perikanan, dan kelautan.
Danantara dijadwalkan kembali melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek hilirisasi pada pekan depan.
Sekitar 10 proyek akan memasuki tahap konstruksi awal, termasuk proyek dimetil eter (DME) yang berasal dari proses gasifikasi batu bara. Proyek tersebut digarap oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
