Jejak klasiknya lestari, arsitektur khas nusantara tanah Jawa tetap sebagai identitas. Pasca rehabilitasi bangunan di tiga tahun lalu, masjid ini beradaptasi dengan kemajuan zaman. Fasilitas dan desain modern melengkapi Masjid Raya Baiturrahman Semarang. Mengukuhkan sebagai masjid raya sekaligus bangunan megah penanda kota.
Berada di Simpang Lima yang juga menjadi pusat dari Kota Semarang, Masjid Raya Baiturrahman merupakan komplek kegiatan keagamaan Islam. Rehabilitasi bangunan dan penataan kawasan pusaka Masjid Baiturrahman telah dilaksanakan, dimulai sejak Agustus 2021 dan selesai Agustus 2022. Lingkup pekerjaannya meliputi rehabilitasi masjid dan menara, bangunan MUI dan basemen, ATM Center, TPS, Rumah Genset, basemen VIP, dan penataan kawasan masjid
Bangunan Masjid Raya Baiturrahman ini masuk ke dalam kategori bangunan gedung gedung terbangun. Masjid Raya Baiturrahman memiliki 3 lantai 1 basment, 2 Lantai utama tempat untuk beribadah dan 1 lantai untuk tempat kantor pengelola, lahan parkir, taman, serta pada lantai basement di gunakan untuk tempat parkir VIP.
Luas keseluruhan kurang lebih 10.043 m2. Struktur utama pada Proyek rehabiliasi Masjid Raya Baiturrahman adalah beton bertulang, dirancang sebagai bangunan tahan gempa.
Struktur bangunannya sendiri sudah tahan gempa karena memiliki bagian kosong pada basement gedung yang menciptakan ruang untuk melepas energi getaran dari dalam tanah. Hal tersebut membuat Struktur bangunan Masjid Raya Baiturrahman Semarang terlindungi karena hanya sebagian kecil yang merambat ke bagian gedung.
*** Baca di Emagz sutami 005 bagaimana rupa Masjid Raya Baiturrahman, Semarang pasca rehabilitasi

