Sistem Kelola Heating, Ventilation, and Air Conditioning (HVAC) Gedung Komersial

SUTAMI – Gedung komersial di Indonesia menghadapi tiga tantangan; biaya operasional yang terus meningkat, target pengurangan emisi karbon, dan tuntutan kenyamanan penghuni. Tantangan ini semakin kompleks karena sertifikasi bangunan hijau kini menjadi standar gedung-gedung di perkotaan.

Pasar gedung komersial yang belum pulih sepenuhnya dari dampak Covid-19 dan keterbatasan peningkatan pendapatan aset menjadikan fokus pengelolaan kini beralih ke efisiensi biaya operasional, terutama biaya konsumsi listrik yang mencapai 25%-30% dari total Opex bulanan gedung komersial.

Colliers Indonesia bersama Recoolit menggelar acara bertema “Zero Capex, Maximum Impacts: Energy Efficiency & Carbon Reduction Solutions” yang dihadiri berbagai developer dan pemilik gedung di Jakarta.

Acara ini memperkenalkan pendekatan inovatif untuk mencapai efisiensi energi, khususnya sistem HVAC, tanpa memerlukan investasi modal awal (Capex). Solusi yang ditawarkan menggunakan model berbasis biaya operasional (Opex) seperti skema bagi hasil berdasarkan kesuksesan penghematan.

Christina Ng, Head of Facility Management Colliers Indonesia menjelaskan, Sistem HVAC pada bangunan komersial menyerap hingga 60% dari total konsumsi listrik gedung dan secara langsung mendorong emisi Scope 2.

“Kami membuktikan bahwa tantangan ini dapat diatasi tanpa beban Capex melalui pengelolaan sistem gedung yang lebih cerdas dan berkelanjutan,” katanya.

Acara ini menyoroti berbagai solusi yang dapat diterapkan di berbagai tahap operasional gedung;

  • Optimasi Otomatis Sistem HVAC melalui Building Management System (BMS)
  • Teknologi AI untuk pengendalian kompresor DX yang lebih efisien
  • Solar-as-a-Service untuk transisi energi bersih tanpa investasi awal
  • Cooling-as-a-Service dengan sistem HVAC efisien berbasis kontrak layanan
  • Pengelolaan refrigeran bertanggung jawab dengan program insentif

Dengan pendekatan success-based, pembayaran Opex hanya dilakukan ketika hasil efisiensi energi telah terverifikasi dan penghematan benar-benar terealisasi.

Erik Cahyanta, Senior Business Development Manager Recoolit mengatakan, pihaknya juga membangun ekosistem bersama yang bertujuan untuk terus membantu menurunkan emisi karbon dari refrigerant yang sering terlupakan. Upaya ini didukung penuh oleh Recoolit sehingga tidak dikenakan biaya sama sekali, bahkan ada nilai ekonomisnya

Pendekatan tanpa Capex ini memungkinkan pemilik dan pengelola gedung segera merasakan manfaat ganda: penghematan biaya operasional dan pengurangan emisi karbon, tanpa perlu terlebih dahulu mengalokasikan anggaran investasi besar.

Berbagai solusi yang disosialisasikan dapat menurunkan hingga 20% penggunaan listrik gedung setiap bulannya, berdampak signifikan bagi profitabilitas dan keberlanjutan gedung komersial di Indonesia.