Progres Konstruksi Bendungan Jenelata di Gowa, Sulawesi Selatan Capai 25%

SUTAMI – Wijaya Karya (WIKA) mendukung pembangunan infrastruktur sumber daya air nasional melalui percepatan pembangunan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Hingga kuartal I tahun 2026, progres pembangunan bendungan ini telah mencapai sekitar 25,2%, dengan fokus pekerjaan pada galian tanah dan batuan di area spillway (bangunan pelimpah) dan abutment (sandaran bendungan), serta pelaksanaan fondasi utama bendungan.

Sejumlah pekerjaan krusial seperti galian fondasi, perlindungan lereng, dan pembangunan akses jalan terus dipacu, dengan kesiapan area main dam untuk memasuki tahap penimbunan.

Dalam pelaksanaannya, proyek ini mengadopsi teknologi konstruksi modern seperti metode Concrete Face Rockfill Dam (CFRD) serta penerapan Building Information Modeling (BIM) 5D guna meningkatkan efisiensi, akurasi, dan pengendalian proyek secara terintegrasi.

Dengan kapasitas tampungan mencapai 223,6 juta m³, Bendungan Jenelata dirancang untuk memberikan berbagai manfaat strategis, antara lain sebagai pengendali banjir di DAS Jeneberang, penyedia air irigasi bagi sekitar 25.783 hektare lahan pertanian, serta sumber air baku bagi masyarakat di wilayah Makassar, Gowa, Maros, dan Takalar.

Selain itu, bendungan ini juga berpotensi mendukung pengembangan energi baru terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas sekitar 7 MW, sehingga turut berkontribusi pada upaya transisi energi nasional.

Proyek ini ditargetkan selesai pada 17 Juni 2028 dan diharapkan menjadi salah satu infrastruktur strategis yang memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan,