SUTAMI – Dalam Quarterly Property Market Report Q1 2026 yang baru saja dirilis, Colliers Indonesia menyimpulkan adanya tanda-tanda perbaikan di sektor properti pada kuartal pertama 2026.
Menurut Ferry Salanto, Head of Research, Pasar logistik di Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek) menjadi salah satu sektor properti yang tangguh, dengan tingkat hunian mendekati penuh serta permintaan yang berkelanjutan meskipun ketidakpastian global masih berlangsung.
Berbeda dengan sektor lahan industri, pasar logistik menunjukkan ketahanan yang lebih kuat, didukung oleh perannya yang krusial dalam menunjang distribusi domestik dan operasional rantai pasok.
Tingkat hunian tercatat sekitar 95,8% pada kuartal I 2026, dengan potensi meningkat mendekati 99% pada akhir 2026. Kondisi ini terutama didorong oleh terbatasnya pasokan baru serta permintaan yang konsisten.
Permintaan ruang logistik kini semakin terdiversifikasi, tidak lagi didominasi oleh perusahaan 3PL (third-party logistics) dan e-commerce, tetapi juga mencakup sektor FMCG, elektronik, farmasi, serta sektor-sektor berkembang seperti kendaraan listrik dan energi terbarukan.
Diversifikasi ini mencerminkan perubahan struktural dalam pola konsumsi dan strategi rantai pasok, yang semakin memperkuat prospek pertumbuhan jangka panjang sektor logistik.
Ke depan, pengembang dan investor disarankan memprioritaskan lokasi dan spesifikasi bangunan, khususnya di koridor logistik utama dengan permintaan yang kuat.
Sementara itu, penyewa dianjurkan untuk mengamankan ruang sejak dini di lokasi-lokasi utama seiring dengan semakin terbatasnya tingkat kekosongan.
Selain itu, calon penyewa juga perlu mempertimbangkan opsi wilayah guna mengoptimalkan efisiensi biaya dan jaringan distribusi.
