Kesiapan Jalan Nasional Pantura Wilayah Barat dan Timur Jelang Mudik

SUTAMI – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan (BBPJN) DKI–Jawa Barat mempercepat penanganan lubang pada ruas  Jalan Nasional Pantura Wilayah Barat guna memastikan kesiapan infrastruktur menghadapi arus mudik Lebaran 2026.

Begitu juga, di Wilayah Timur, melalui BBPJN Jawa Timur–Bali langkah percepatan perbaikan dan peningkatan kemantapan jalan dilakukan

Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan, dilaporkan ada sekitar 7.000 lubang, sekarang sudah turun drastis ke angka 2.500. “Kami pastikan sebelum arus mudik, hampir seluruhnya sudah pothole-free (bebas lubang),” ujar Menteri Dody.

Fokus jangka pendek saat ini adalah pada penanganan cepat melalui metode patching untuk menjamin kelancaran dan keselamatan perjalanan mudik.

Selain itu, Kementerian PU juga menyiapkan program overlay (pelapisan ulang) serta peningkatan konstruksi menjadi rigid pavement (beton) pada titik-titik kritis.

Sementara itu, secara umum di wilayah timur, mayoritas ruas berada dalam kategori baik dan sedang dengan tingkat kemantapan di atas 80%.

Hingga saat ini, sebanyak 13.306 titik lubang telah tertangani dari total 14.132 titik yang terdata, menyisakan 826 titik dalam proses penyelesaian.

BBPJN Jawa Timur–Bali juga telah mengidentifikasi sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, antara lain pada ruas batas Kota Bangkalan–Kabupaten Sampang serta kawasan Alas Baluran di Banyuwangi.

Sejumlah lokasi rawan bencana banjir dan longsor turut menjadi perhatian, seperti ruas Ngoro–Mojosari, Ploso–Pacitan–Hadiwarno, Bangil–Pasuruan, serta ruas perbatasan Kabupaten Malang–Kota Lumajang, termasuk di segmen Turen Km 54+500 s.d. Km 60+150.