SUTAMI – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasa Marga mempercepat pembangunan akses Bokoharjo pada Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo segmen Prambanan–Purwomartani.
Saat ini pekerjaan konstruksi akses Bokoharjo dilakukan secara bertahap. Pembangunan U-turn diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 7 bulan, sedangkan pekerjaan yang berkaitan dengan perlintasan rel kereta api diproyeksikan berlangsung selama 9 hingga 10 bulan melalui koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia.
Berdasarkan data hingga 15 April 2026, progres konstruksi Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo pada segmen Prambanan–Purwomartani telah mencapai 94,8%. Sementara progres pembebasan lahan mencapai 90%, dan ditargetkan tuntas pada Agustus 2026.
Akses ini disiapkan untuk memperkuat konektivitas menuju kawasan wisata budaya Ratu Boko di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sebagai bagian dari percepatan konektivitas wisata, akses Bokoharjo akan dikembangkan melalui akses dari Gerbang Tol Purwomartani sepanjang sekitar 1,95 kilometer yang mengarah langsung ke kawasan Bokoharjo dan Ratu Boko.
Akses tersebut ditargetkan dapat difungsionalkan pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, sekaligus mendukung kesiapan operasional saat arus mudik Lebaran 2027.
