SUTAMI –Pertamina Geothermal Energy percepat pengembangan PLTP Ulubelu Bottoming Unit (BU) dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong BU, serta penerimaan mandat survei potensi panas bumi di Cubadak Panti, Sumatra Barat.
Hal ini tercapai dalam gelaran The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta, melalui penandatanganan 2 (dua) Letter of Intent (LoI) antara PT PLN (Persero) dengan Konsorsium PGE dan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) untuk pengembangan PLTP Ulubelu BU dan PLTP Lahendong BU, serta penyerahan Surat Keputusan (SK) Menteri ESDM mengenai penugasan PSPE Cubadak Panti kepada PGE.
PGE, PLN IP, dan PLN menandatangani LoI untuk pembelian listrik panas bumi dari PLTP Ulubelu BU berkapasitas 30 megawatt (MW) dan PLTP Lahendong Bottoming Unit berkapasitas 15 MW yang akan dikembangkan bersama oleh PGE dan PLN IP melalui joint venture.
Proyek PLTP Ulubelu BU dan PLTP Lahendong BU merupakan pengembangan pembangkit yang mengolah panas sisa dari operasi pembangkit panas bumi eksisting untuk menghasilkan tambahan listrik melalui teknologi binary (bottoming cycle).
