Peresmian Kilang Raksasa RDMP Balikpapan

SUTAMI – Pengembangan kilang Balikpapan menjadi langkah penting untuk mewujudkan swasembada energi sehingga Indonesia tidak lagi mengandalkan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liqufied Petroleum Gas (LPG) untuk kebutuhan dalam negeri.

Proyek RDMP Balikpapan ini adalah proyek revitalisasi kilang terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

RDMP adalah proyek terintegrasi antara hulu dan hilir. Proyek ini diawali dengan pembangunan pipa Senipah sepanjang 78 kilometer sebagai pasokan bahan baku ke kilang, dengan jantung RDMP berupa unit RFCC (Residual Fluid Catalytic Cracking) yang mengolah residu menjadi produk bernilai lebih tinggi.

Proyek RDMP Balikpapan ini memiliki nilai investasi sekitar USD7,4 miliar atau setara Rp123 triliun. Melalui pembangunan RDMP, kapasitas produksi BBM meningkat dari sebelumnya 260 ribu barel per hari (KBPD) menjadi 360 KBPD setara Euro V.

Selain itu, proyek ini menaikkan Indeks Kompleksitas Kilang dari 3,7 menjadi 8, dan persentase nilai produk meningkat menjadi 91,8% dari sebelumnya 75,3%.

Ini terintegrasi juga dengan terminal BBM Tanjung Batu dengan volume 125 ribu kiloliter yang bisa melayani distribusi ke Indonesia bagian timur serta pembangunan tangki di Lawe-Lawe yang menampung 2 juta barel BBM sebagai penampungan.

Proyek ini juga memiliki TKDN lebih dari 35%, serta telah menyerap lebih dari 24.000 tenaga kerja pada masa puncak konstruksi.