SUTAMI – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun 40 unit Sabo Dam yang tersebar di enam daerah aliran sungai (DAS) di Aceh, sebagai bagian dari percepatan penanganan kawasan hulu pascabanjir dan longsor yang terjadi pada November 2025.
Pembangunan ini merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana, sekaligus memperkuat sistem mitigasi terhadap potensi banjir, aliran sedimen, dan debris dari kawasan hulu.
Enam lokasi pembangunan Sabo Dam berada di DAS Tripa di Gayo Lues, DAS Meureudu di Pidie Jaya, DAS Jambo Aye di Aceh Timur, DAS Peusangan yang meliputi Bireuen, Aceh Tengah, dan Bener Meriah, DAS Tamiang di Gayo Lues, serta DAS Singkil di kawasan Lawe Alas yang meliputi Gayo Lues dan Aceh Tenggara.
Dari total 40 unit Sabo Dam yang direncanakan di Aceh, dua unit di antaranya saat ini telah memasuki tahap konstruksi.
Kedua Sabo Dam tersebut berada di DAS Tamiang, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, yakni Sabo Dam TM-D.11 di Pepelah dan Sabo Dam TM-SP.12 di kawasan Pintu Rime, Pining.
Berdasarkan progres pekerjaan per 9 September 2026, pembangunan kedua Sabo Dam tersebut secara keseluruhan telah mencapai 32,84 persen.
PT Nindya Karya (Persero) sejak tanggal kontrak 20 Mei 2026 dan ditargetkan tuntas pada akhir Desember 2026.
