SUTAMI – Rekonstruksi Tempat Pemrosesan Akhir di Rantau dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja di Aceh Tamiang
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan infrastruktur sanitasi terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang guna mencegah risiko gangguan kesehatan lingkungan serta memastikan layanan dasar masyarakat dapat segera pulih.
Penanganan dilaksanakan secara bertahap mulai fase tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rantau dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Aceh Tamiang.
Pada fase tanggap darurat, Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh memfokuskan upaya pada penyelesaian sisa volume sampah dan material pascabencana yang menghambat akses serta berpotensi menimbulkan masalah kesehatan lingkungan.
Penanganan Tempat Pemrosesan Akhir Rantau di Kabupaten Aceh Tamiang meliputi perbaikan sel landfill eksisting, pembangunan sel landfill baru, perbaikan jalan akses, serta pengadaan alat berat.
Hingga 27 Desember 2025, progres yang telah dilakukan antara lain pengangkutan sampah dan lumpur dari rumah sakit, pasar, dan kawasan permukiman ke area disposal, pembersihan jalan akses menuju TPA, serta pemesanan geotekstil untuk perkuatan sel landfill.
Selain itu, dilakukan penyediaan layanan air limbah domestik dan limbah tinja dengan memobilisasi toilet portable, toilet mobile, serta toilet knock down untuk mendukung kebutuhan sanitasi darurat masyarakat terdampak.
Infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum IKK Rantau Telah Berfungsi
Salah satu infrastruktur penyediaan air bersih yang telah berfungsi kembali adalah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Rantau.
SPAM IKK Rantau merupakan salah satu SPAM prioritas di Kabupaten Aceh Tamiang dengan kapasitas eksisting 40 liter per detik dan berfungsi melayani masyarakat di Kecamatan Rantau dan sekitarnya.
Pada saat bencana, sejumlah komponen SPAM Rantau terdampak, antara lain tanggul di sekitar kompleks Instalasi Pengolahan Air (IPA), bangunan intake, reservoir, hingga sistem pompa dan panel listrik.
12 Koridor Jalan Nasional Utama di Sumatera Utara Telah Dapat Dilalui
Percepatan penanganan infrastruktur jalan dan jembatan nasional di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pascabencana banjir dan longsor.
Hingga saat ini, 12 koridor jalan nasional utama telah dapat dilalui, meskipun pada beberapa ruas masih diberlakukan pengaturan lalu lintas dan penyempurnaan jalan sementara demi keselamatan pengguna jalan.
Pemulihan Sarana Pendidikan Pascabencana di Aceh Tamiang
Kementerian PU melibatkan BUMN Karya PT Waskita Karya (Persero) Tbk untuk melakukan pembersihan di sejumlah sekolah, antara lain SMP Swasta Islam Ma’arif, SD Negeri 1 Kuala Simpang, serta SMK Maimun Habsyah.
Pekerjaan difokuskan pada pembersihan ruang kelas, halaman sekolah, saluran drainase, dan area pendukung lainnya yang terdampak bencana.
Selanjutnya PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk melakukan pembersihan di MIN 2 Aceh Tamiang, SMP Negeri 2 Karang Baru, serta SMK Negeri 3 Karang Baru.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk turut terlibat melaksanakan pembersihan di SD Negeri 2 Karang Bundar dan SD Negeri 1 Karang Baru. Seluruh kegiatan dilakukan secara terpadu bersama personel Kementerian PU dan TNI di lapangan.
Untuk mendukung percepatan pekerjaan, dikerahkan berbagai peralatan seperti dump truck, wheel loader PC 200, excavator PC 75 dan PC 200, serta peralatan manual berupa sekop, plastik bag, alat sikat, alat pel, dan gerobak arko.
Pengeboran Air Baku Tersebar di 24 Titik Kabupaten Aceh Tamiang
Kementerian PU telah memulai pekerjaan pengeboran air baku tersebar di 24 titik Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Dilakukan pengeboran sumur dalam dan sumur dangkal secara bertahap untuk melengkapi fasilitas Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK).
Kegiatan survei geolistrik juga terus dilakukan untuk memastikan potensi air tanah yang optimal dengan tim geolistrik Balai Air Tanah (BAT).
Pekerjaan ini didukung oleh 5 unit alat bor serta 1 mobil bor Koken yang saat ini dalam proses mobilisasi dari Banda Aceh menuju Aceh Tamiang.
Secara keseluruhan di wilayah Aceh telah disalurkan dan dioperasikan 4 unit IPA Mobile, 20 mobil tangki air, 12 unit biority, 63 hidran umum, 26 toilet portable, 7 toilet darurat, 39 toren air, serta 3 unit mobil vakum tinja.
Konektivitas Jalan Provinsi Sicincin–Bukittinggi Segera Pulih Bertahap
PPK 1.2 BPJN Sumbar Rio Andika menjelaskan penanganan difokuskan pada titik kritis jembatan dan longsoran di sekitarnya.
Saat ini sedang dilakukan penanganan pascalongsor di KM 74+800 ruas Sicincin–Malalak. Lokasi ini merupakan jembatan yang terputus akibat banjir bandang dan ditargetkan dapat kembali fungsional dalam waktu sekitar maksimal dua minggu dengan pembangunan jembatan darurat Armco.
Jembatan darurat diharapkan dapat segera mengembalikan akses dasar masyarakat sembari menunggu penanganan permanen.
