Tanaman Artifisial Dalam Bangunan

Strategi Peningkatan Kesehatan yang Sirkuler dan Berkelanjutan. Penulis; Renaldi, Muhammad Hero Umar | m.hero.work@gmail.com, Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan.

Penggunaan tanaman di dalam ruangan menjadi strategi untuk meningkatkan koneksi dengan alam guna menurunkan stres dan meningkatkan kesehatan pengguna bangunan, meskipun efektivitasnya bergantung pada pemeliharaan yang baik.

Namun, pemilihan dan perawatan tanaman alami yang tidak tepat dapat memicu pertumbuhan bakteri, jamur patogen, serta meningkatkan kelembapan yang berisiko menyebabkan alergi, terutama di lingkungan fasilitas kesehatan.

Karena itu, banyak perancang memilih tanaman artifisial yang lebih aman, mudah dirawat, dan memiliki manfaat psikologis serupa dalam mengurangi stres tanpa risiko alergi.

Popularitas tanaman artifisial terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, informasi terkait penggunaan material sirkuler dan praktik keberlanjutan dalam manufaktur tanaman artifisial masih terbatas, karena sebagian besar produk terbuat dari campuran plastik, logam, dan aditif yang sulit didaur ulang

Selain itu, inisiatif keberlanjutan perusahaan sering kali hanya berupa kegiatan penanaman pohon atau penerapan praktik pabrik ramah lingkungan, bukan pada peningkatan sirkularitas produk itu sendiri, sehingga terdapat peluang besar untuk mengembangkan desain, material, dan model bisnis tanaman artifisial yang lebih berkelanjutan dan bernilai ekonomi.

*** Baca di Emagz sutami 005 bagaimana penulis mengkaji Tanaman Artifisial Dalam Bangunan, Strategi Peningkatan Kesehatan yang Sirkuler dan Berkelanjutan