Rencana Konstruksi Fasilitas Tampungan Minyak Mentah Kapasitas 90 Hari

SUTAMI – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membangun kapasitas penyimpanan (storage) stok bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera menjadi 90 hari atau tiga bulan yang semula hanya 25-26 hari.

Pernyataan tersebut, merupakan respons Menteri ESDM terkait perbandingan ketahanan energi Indonesia dengan Jepang, yakni stok BBM Indonesia dapat bertahan dalam durasi kurang dari 30 hari sedangkan Jepang dapat bertahan hingga 254 hari ke depan.

Ketimpangan itu disebabkan karena storage dan atau penyimpanan BBM yang dimiliki Indonesia terbatas.

Pemerintah tengah berupaya untuk membangun storage yang kapasitasnya bisa mencapai 90 hari atau tiga bulan. Hal ini agar selaras dengan standar internasional.

Storage mulai dibangun pada tahun 2026 dan direncanakan akan dibangun di Sumatra.

Saat ini studi kelayakan atau feasibility study pembangunan storage sedang berlangsung.