Hari
-
Progres 65% Konstruksi LPG Tuban Garapan WIKA
SUTAMI – Progres pembangunan Proyek LPG Tuban telah mencapai 65%, PT Wijaya Karya menargetkan dapat rampung tahun depan. Proyek ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan LPG di wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Indonesia Timur. Sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap fasilitas penyimpanan terapung (Floating Storage LPG Refrigerated) yang inefficient dan selama ini digunakan. Pekerjaan proyek
-
Konstruksi Pelabuhan Patimban Paket 6 di Subang Capai 73%
SUTAMI – Pembangunan Pelabuhan Patimban Tahap I-2 Paket 6 di Subang, Jawa Barat, kini telah mencapai progres 72,89 persen, dan ditargetkan selesai lebih cepat dari rencana kontrak. Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai Rp5,48 triliun ini akan menjadi simpul logistik maritim utama Indonesia dengan kapasitas hingga 7,5 juta TEUs, berperan vital dalam memperlancar arus ekspor-impor dan
-
Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat Serap 130 Ribu Tenaga Kerja Lokal
SUTAMI – Berdasarkan data e-Monitoring Kementerian PU dengan status 3 November 2025, penyerapan keuangan program padat karya telah mencapai 58,05% dari anggaran atau sebesar Rp1.611 miliar dan progres fisik 67,79%. Capaian program ini memberikan manfaat penyerapan tenaga kerja sebanyak 138.314 orang atau 4.047.804 Hari Orang Kerja (HOK). Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) ini ditargetkan menyerap
-
ITB Gelar International Conference on Sustainable Infrastructure and Built Environment
SUTAMI – Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung menyelenggarakan The 5th International Conference on Sustainable Infrastructure and Built Environment (SIBE 2025). Dengan tema “Strengthening Security through Sustainable Infrastructure and Environmental Resilience” Ajang ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, pemerintah, dan pelaku industri dari dalam maupun luar negeri untuk bertukar gagasan, riset, serta
-
Peresmian Pusat Industri Petrokimia Lotte Chemical Indonesia
SUTAMI – Pusat industri petrokimia Nafta Crackers terbesar di Asean milik Lotte Chemical Indonesia diresmikan. Dibangun di kawasan Cilegon, Banten, di lahan 110 hektar dengan luas bangunan pabrik 70 hektar. Dengan nilai investasi sebesar Rp62 triliun. Pabrik ini akan mengolah sekitar 3,2 juta ton bahan baku per tahun, dan menghasilkan sebanyak 15 produk petrokimia, di
-

Kereta Bekisting Terowongan MK 60 Ton Ulma
SUTAMI – Ulma, pabrikan spesialis formwork memasok Kereta Bekisting Terowongan MK seberat 60 ton di proyek Hidropower Peru. Unitnya ini mampu mencetak pelat beton setebal 40 cm dalam segmen-segmen sepanjang 6 m. Formwork dirancang untuk geometri terowongan dan galeri yang menantang, sistem MK mengintegrasikan platform kerja, rel pengaman, jendela inspeksi, dan vibrator tertanam. Konstruksi pelat
-
Pupuk Kaltim dan Rekind Mulai Konstruksi Pabrik Soda Ash Pertama di Indonesia
SUTAMI – PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak perusahaannya, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dan PT Rekayasa Industri (Rekind), resmi mulai pembangunan pabrik soda ash pertama di Indonesia. Dimulainya pembangunan pabrik ditandai dengan pemasangan tiang pancang pertama yang berlangsung di kawasan Kaltim Industrial Estate (KIE), Bontang, Kalimantan Timur. Ini menjadi tonggak sejarah dari industri
-
Machining Development Program Untuk Masyarakat di Site Sanggar Sarana Baja
SUTAMI – Sanggar Sarana Baja (SSB) kembali menghadirkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) andalannya, Machining Development Program (MDP). Program itu berfokus pada peningkatan keterampilan masyarakat di sekitar area operasional perusahaan, khususnya dalam bidang machining process, mulai dari dasar pengoperasian mesin bubut, hingga pengoperasian Computer Numerical Control (CNC) bubut dasar dengan sistem otomatis berbasis komputer
-
Terbentuknya Masyarakat Terowongan dan Konstruksi Bawah Tanah Indonesia
SUTAMI – Pengerjaan proyek terowongan bawah tanah masih menghadapi sejumlah tantangan. Hal itu terjadi mulai dari aspek teknis pekerjaan hingga kompetensi sumber daya manusia (SDM) di dalam negeri. Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PU Boby Ali Azhari mengatakan, pembangunan infrastruktur bawah tanah membutuhkan keahlian yang sangat spesifik dan berbeda dari bidang teknik sipil umum. “Karena itu,
