Masyhur sebagai pusat pendidikan agama Islam berbasis pondok pesantren, Kabupaten/Kota Kediri terus berkembang sebagai salah satu kota pendidikan di Indonesia. Terbangunnya Sekolah Rakyat Lirboyo Kediri dari jenjang dasar hingga menengah akhir – diharapkan mampu memperluas tercetaknya generasi berilmu.
Dari lini infrastruktur pendidikan, program pembangunan unit Sekolah Rakyat diyakini pemerintah dapat menjadi pemutus rantai kemiskinan. Sekolah Rakyat memberikan sistem dan fasilitas pendidikan modern, hingga pelayanan penuh bagi anak-anak dalam menimba ilmu.
Setelah merampungkan program Sekolah Rakyat Tahap I setahun lalu, kini dikembangkan kembali pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Kabupaten Kediri. Unit bangunan baru beserta kelengkapan fasilitas pendidikan.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur, I Gusti Agung Ariwibawa, dan PPK Yuni Ahmat Erivianto menjelaskan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Kabupaten Kediri merupakan bagian dari 93 Sekolah Rakyat yang serentak dibangun di 29 Provinsi di Indonesia. Siap menyambut Tahun Ajaran baru di pertengahan tahun 2026 ini.
Bentang pembangunan Sekolah Rakyat Kediri Tahap II berada di depan Kantor Kelurahan Lirboyo, JL. Semeru Gg. II, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Total luas lahan yang disiapkan dan dikembangkan untuk seluruh kawasan sekolah terpadu ini adalah ± 52.537 m² dengan luasan bangunan 26.179 m2.
Luasan ini mencakup area tapak bangunan, fasilitas umum, sarana olahraga, hingga infrastruktur pengelolaan air (embung). Struktur bangunan gedung; SD, SMP, SMA, Masjid, Serbaguna dan Asrama menggunakan konstruksi beton dengan penutup atap genteng. Untuk struktur Kantin SD dan Kantin SMP – SMA menggunakan konstruksi baja dengan penutup atap genteng.
PT Nindya Karya (Persero) dan SSPS dalam Kerja Sama Operasi (KSO) mengemban kepercayaan sebagai pelaksana konstruksi. Berjenis kontrak Unit Price, dengan sumber anggaran APBN Tahun Jamak 2025-2026.
Project Manager, Yolanda Faricha menyampaikan, progres pekerjaan masih sesuai dengan penjadwalan guna menyambut Tahun Ajaran Baru 2026. Pada awal pekerjaan dihadapkan tantangan pada pekerjaan pematangan lahan, karena bersamaan dengan musim penghujan (periode Januari-maret 2026).
Percepatan pelaksanaan pekerjaan menjadi kesan tersendiri baginya dalam pembangunan Sekolah Rakyat Kediri Tahap II ini. Terjadwal semula 240 Hari Kalender harus menjadi 188 Hari Kalender. Perlu adanya pekerjaan ekstra untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan.
Selain itu, pekerjaan Sekolah Rakyat ini dikerjakan secara serentak, mengakibatkan supply material sedikit terhambat dalam pemenuhan kebutuhan di lokasi pekerjaan. Namun, kini dengan terbangunnya Sekolah Rakyat Kediri ini membawa kebanggaan bagi Tim Kerja yang turut menyukseskan program pemerintah di pembangunan infrastruktur pendidikan.
*** Baca di Emagz sutami 008 jabaran detail teknis Pelaksanaan Konstruksi yang dilakukan PT Nindya Karya (Persero) dalam pembangunan duplikasi Sekolah Rakyat Kediri ini.

