SUTAMI – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pemulihan infrastruktur sumber daya air pascabencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pelaksanaan uji coba pengaliran air Daerah Irigasi (DI) Jambo Aye di Kabupaten Aceh Utara.
Uji coba pengaliran air pascabencana telah dilaksanakan dengan mengalirkan air melalui saluran primer BJA 0 hingga BJA 5 sepanjang kurang lebih 15 kilometer.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut, sebanyak 9 unit alat berat dikerahkan di sejumlah titik penanganan jaringan irigasi.
Sejumlah Sub Daerah Irigasi dapat kembali difungsionalkan. Sub DI Panton Labu dengan luas layanan sekitar kurang lebih 2.700 hektare ditargetkan kembali beroperasi pada akhir Februari 2026.
Selanjutnya, Sub DI Lhoksukon (±1.381 hektare), Sub DI Monsukon (±590 hektare), dan Sub DI Arakundo (±2.375 hektare) ditargetkan dapat difungsionalkan pada akhir Maret 2026.
DI Jambo Aye yang berada di Kecamatan Langkahan memiliki luas layanan mencapai kurang lebih 19.473 hektare dengan sumber air utama dari Sungai Jambo Aye (Arakundo).
Sistem irigasi ini sempat terhenti operasionalnya akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 26 November 2025 lalu, yang menyebabkan kerusakan pada bangunan utama bendung, jaringan irigasi, serta sejumlah sarana dan prasarana pendukung lainnya.
