SUTAMI – Sepanjang Triwulan I 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat volume angkutan komoditas perkebunan mencapai 162.261 ton, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 156.100 ton.
Pergerakan ini menunjukkan distribusi hasil perkebunan tetap terjaga di berbagai wilayah.
Kereta api memberikan kepastian waktu tempuh dengan kapasitas angkut yang besar, sehingga komoditas dari daerah perkebunan dapat tersalurkan ke pabrik pengolahan lebih lancar.
Melalui angkutan logistik berbasis rel, bahan baku seperti CPO dapat berpindah dari satu titik ke titik lainnya.
Perjalanan ini membantu industri tetap berjalan sekaligus menjaga ketersediaan energi dari bahan baku dalam negeri.
