Proyeksi Lonjakan Konsumsi Baja Nasional

SUTAMI – Proyeksi lonjakan konsumsi baja nasional yang akan didorong oleh implementasi Proyek Strategis Nasional (PSN) periode 2025–2029.

Dengan kata lain, PSN dipandang sebagai katalis terkuat bagi kebangkitan industri baja. Proyeksi tersebut disampaikan oleh Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, berdasarkan kajian material flow terhadap struktur PSN terbaru.

Dari seluruh PSN, kebutuhan baja terbesar berasal dari pembangunan kawasan industri & KEK (12,4 juta ton) serta proyek konektivitas—jalan, rel, pelabuhan, bandara, dan utilitas kawasan (8,9 juta ton). Kedua kategori ini merupakan fondasi ekspansi sektor manufaktur dan logistik nasional.

Kajian Widodo Setiadharmaji memproyeksikan bahwa konsumsi baja Indonesia akan tumbuh bertahap sebagai berikut ini:

2026–2029: naik dari 23 juta ton menjadi 32 juta ton

2030–2034: rata-rata 36 juta ton per tahun

2035–2039: rata-rata 59,5 juta ton per tahun

2040–2045: berpotensi menembus 100 juta ton per tahun

PSN berfungsi sebagai public investment trigger, yakni investasi publik yang memicu peningkatan investasi swasta dalam skala besar.

Multiplier effect ini akan mendorong permintaan baja dalam berbagai sektor seperti perumahan modern, pabrik, pusat logistik, data center, dan industri berat.